Kategori Pasar:
1. PASAR BARU/TIMBUL
Pasar yang baru muncul, biasanya ditandai dengan inovasi produk/jasa, pertumbuhan awal yang cepat, dan belum banyak pesaing.
Contoh: Perusahaan Mobil Listrik dan Kendaraan Listrik (EV)
XL Axiata (sebagai penyedia IoT untuk EV infrastructure) atau Gesits (motor listrik lokal).
Perusahaan startup EV charging station seperti Charged atau ELECTRIFY.
Startup pengembangan baterai lithium atau swap station yang masih dalam tahap pengembangan awal.
2. PASAR TUMBUH CEPAT
Pasar yang sudah terbentuk dan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, baik dalam hal permintaan, penjualan, atau jumlah pelaku usaha.
Contoh: E-commerce, Fintech, dan Logistik Digital
Tokopedia & Shopee (e-commerce dengan pertumbuhan pengguna dan transaksi yang sangat cepat).
Gojek & Grab (super-app dengan layanan transportasi, makanan, pembayaran, dll).
OVO, Dana, LinkAja (dompet digital dengan adopsi massal).
Startup SaaS dan cloud service seperti Ajaib (investasi digital) atau BukuWarung (UMKM digital).
3. PASAR MATANG (LAMBAT TUMBUH)
Pasar yang sudah stabil, pertumbuhannya melambat, kompetisi ketat, dan biasanya didominasi oleh beberapa pemain besar.
Contoh: Telekomunikasi, Rokok Konvensional, dan Minuman Kemasan
Telkomsel, Indosat, XL Axiata (pasar telekomunikasi sudah jenuh, pertumbuhan pelanggan lambat).
HM Sampoerna & Gudang Garam (industri rokok tradisional sudah matang).
Aqua (Danone) dan Coca-Cola (pasar air mineral dan minuman ringan sudah stabil).
4. PASAR MENURUN
Pasar yang sedang mengalami penurunan permintaan, bisa karena perubahan teknologi, selera konsumen, atau regulasi.
Contoh: Media Cetak dan Produk Teknologi Lama
Kompas Gramedia (koran dan majalah cetak) yang mengalami penurunan pembaca dan iklan.
Toko kaset CD/DVD dan rental film fisik yang tergerus streaming seperti Netflix, Spotify.
Toko kamera analog dan film yang digantikan oleh kamera digital dan smartphone.
5. PASAR BERGEJOLAK
Pasar yang tidak stabil, sering mengalami perubahan drastis karena faktor eksternal seperti kebijakan, persaingan agresif, atau volatilitas ekonomi.
Contoh: Pasar Cryptocurrency dan Aset Digital, serta Pariwisata saat Pandemi
Platform trading crypto seperti Indodax, Tokocrypto (sangat fluktuatif karena regulasi dan volatilitas harga).
Penerbangan dan hotel selama pandemi COVID-19 (naik-turun drastis karena PPKM dan kebijakan perjalanan).
Pasar properti komersial di area tertentu yang dipengaruhi perubahan kebijakan daerah.
6. PASAR TERFRAGMENTASI
Pasar yang terpecah-pecah menjadi banyak segmen kecil, tanpa ada pemain dominan, dan seringkali melayani kebutuhan yang sangat spesifik.
Contoh: Bisnis Kuliner Khas Daerah, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Jasa Kreatif
UMKM makanan tradisional seperti pempek, rendang, soto, dll – banyak pemain kecil, tidak ada dominasi besar.
Industri kerajinan tangan (batik, tenun, keramik) dengan banyak pengrajin tersebar di berbagai daerah.
Jasa fotografi & wedding organizer – banyak penyedia layanan dengan segmentasi niche (pre-wedding muslim, pernikahan adat, dll).
Coffee shop lokal di berbagai kota – masing-masing melayani komunitas kecilnya sendiri.



