Soal Essay Perhitungan PBB
Soal 1
Tn. Andi memiliki sebidang tanah seluas 500 m² dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Rp1.500.000 per m². Di atas tanah tersebut berdiri bangunan seluas 300 m² dengan NJOP bangunan Rp1.000.000 per m². NJOP Taman Mewah (Taman) 50 m² dengan NJOP Rp500.000 per m². NJOP Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) ditetapkan Rp12.000.000. Hitunglah PBB terutang Tn. Andi! (Tarif PBB: 0,1% untuk NJOP ≤ Rp1 Miliar, tetapi karena NJOP > Rp1 M, gunakan tarif progresif 0,2%? — *Catatan: berdasarkan UU PBB, tarif efektif = 0,1% - 0,3% dari NJKP. Untuk latihan, gunakan tarif 0,2% dari NJKP, dengan NJKP = 40% dari NJOP karena NJOP < Rp1 M? Periksa dulu total NJOP.*)
Jawaban Soal 1 (Langkah Perhitungan):
Hitung NJOP Bumi = 500 m² × Rp1.500.000 = Rp750.000.000
Hitung NJOP Bangunan = 300 m² × Rp1.000.000 = Rp300.000.000
Hitung NJOP Taman = 50 m² × Rp500.000 = Rp25.000.000
Total NJOP Bumi + Bangunan + Taman = Rp750.000.000 + Rp300.000.000 + Rp25.000.000 = Rp1.075.000.000
NJOPTKP (misal Rp12.000.000) → NJOP Kena Pajak = Rp1.075.000.000 – Rp12.000.000 = Rp1.063.000.000
Karena NJOP > Rp1 Miliar, maka NJKP = 40% × NJOP? Sesuai aturan: NJOP < 1 M → NJKP 40%, NJOP ≥ 1 M → NJKP 50%. Jadi NJKP = 50% × Rp1.063.000.000 = Rp531.500.000
Tarif PBB misal 0,2% (berdasarkan Perda setempat, bisa 0,1%–0,3%). Maka PBB terutang = 0,2% × Rp531.500.000 = Rp1.063.000
Soal 2
Sebuah perusahaan memiliki lahan pabrik seluas 2.000 m² dengan NJOP tanah Rp200.000 per m². Bangunan pabrik seluas 1.200 m² dengan NJOP Rp500.000 per m². Selain itu terdapat bangunan kantin seluas 100 m² (NJOP Rp600.000/m²) dan pagar mewah sepanjang 200 m dengan tinggi 2 m, nilai pagar Rp300.000 per m². NJOPTKP Rp15.000.000. Hitung PBB terutang (tarif PBB 0,2%).
Jawaban Soal 2:
NJOP Bumi = 2.000 × 200.000 = Rp400.000.000
NJOP Bangunan Pabrik = 1.200 × 500.000 = Rp600.000.000
NJOP Kantin = 100 × 600.000 = Rp60.000.000
NJOP Pagar = (200 m × 2 m) × 300.000 = 400 m² × 300.000 = Rp120.000.000
Total NJOP = 400.000.000 + 600.000.000 + 60.000.000 + 120.000.000 = Rp1.180.000.000
NJOP Kena Pajak = Rp1.180.000.000 – Rp15.000.000 = Rp1.165.000.000
Karena ≥ Rp1 M, NJKP = 50% × Rp1.165.000.000 = Rp582.500.000
PBB = 0,2% × Rp582.500.000 = Rp1.165.000
Soal 3
Pak Budi memiliki rumah dengan luas tanah 90 m² (NJOP tanah Rp4.000.000/m²) dan bangunan 60 m² (NJOP bangunan Rp3.000.000/m²). NJOPTKP Rp12.000.000. Hitung PBB jika tarif PBB yang berlaku di daerah tersebut 0,1% (karena NJOP total kurang dari Rp1 M).
Jawaban Soal 3:
NJOP Bumi = 90 × 4.000.000 = Rp360.000.000
NJOP Bangunan = 60 × 3.000.000 = Rp180.000.000
Total NJOP = Rp540.000.000
NJOP Kena Pajak = Rp540.000.000 – Rp12.000.000 = Rp528.000.000
NJKP = 40% × Rp528.000.000 = Rp211.200.000 (karena NJOP < Rp1 M)
PBB = 0,1% × Rp211.200.000 = Rp211.200
Soal 4 (Variasi NJOPTKP berbeda)
Tuan Candra memiliki objek PBB berupa:
Tanah seluas 300 m², NJOP Rp800.000/m²
Bangunan rumah tinggal 150 m², NJOP Rp1.200.000/m²
Kolam renang 30 m², NJOP Rp600.000/m²
NJOPTKP daerah tersebut Rp10.000.000. Hitung PBB dengan tarif 0,2%.
Jawaban Soal 4:
NJOP Tanah = 300 × 800.000 = Rp240.000.000
NJOP Rumah = 150 × 1.200.000 = Rp180.000.000
NJOP Kolam = 30 × 600.000 = Rp18.000.000
Total NJOP = Rp240.000.000 + Rp180.000.000 + Rp18.000.000 = Rp438.000.000
NJOP Kena Pajak = Rp438.000.000 – Rp10.000.000 = Rp428.000.000
NJKP = 40% × Rp428.000.000 = Rp171.200.000
PBB = 0,2% × Rp171.200.000 = Rp342.400
Soal 5 (PBB Perkebunan – untuk pengetahuan tambahan)
PT Maju Jaya memiliki kebun sawit seluas 100 hektar di suatu kabupaten. NJOP bumi perkebunan ditetapkan Rp15.000.000 per hektar. Tidak ada bangunan yang dikenakan PBB (hanya bumi). NJOPTKP untuk perkebunan Rp15.000.000. Tarif PBB sektor perkebunan 0,1% dengan NJKP 40%. Hitung PBB terutang.
Jawaban Soal 5:
NJOP Bumi = 100 ha × Rp15.000.000 = Rp1.500.000.000
NJOP Kena Pajak = Rp1.500.000.000 – Rp15.000.000 = Rp1.485.000.000
NJKP = 40% × Rp1.485.000.000 = Rp594.000.000
PBB = 0,1% × Rp594.000.000 = Rp594.000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar