Secara harfiah, lidi adalah batang tipis dari daun kelapa atau aren yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk membersihkan sela-sela gigi, menyatukan dua sisi yang terpisah, atau sebagai bahan kerajinan tangan (KBBI)
Potensi lidi sebagai komoditas ekspor masih memiliki peluang yang sangat banyak. ini terbukt dengan banyaknya pelaku usaha yang gentar mencari buyer lidi dari luar negeri.
Berdasarkan beberapa sumber yang sudah dirangkum, ada beberapa pemain besar komoditas lidi di Indonesia. adapun sebagai berikut:
Database awal calon pengusaha/eksportir lidi
Kalau tujuan Anda adalah mencari pemasok dalam jumlah besar, saya akan prioritaskan:
1. CV Kahaka International — Rianto Aritonang
Ini kandidat nomor 1 karena volume historisnya paling jelas. Perusahaan telah mengekspor ke Pakistan, India, Nepal, Bangladesh, Vietnam, dan Singapura, dengan rata-rata 12–15 kontainer/bulan. Pada TEI 2025 bahkan dilaporkan memperoleh kontrak ekspor lidi sawit ke Vietnam senilai US$500.000
2. CV Surya Agro Nusantara — Muhammad Abdu Shadli
Sangat menarik jika Anda ingin mendapatkan bahan baku langsung dari sentra petani. Lokasinya Pasaman Barat dan sekitarnya. Pada 2025 mereka mengirim kontainer 25 ton ke India dan telah melakukan enam pengiriman pada tahun tersebut.
3. PT Arra Setya Abadi — Ilham Setiadi
Ini menarik karena ada kontak perusahaan yang bisa langsung digunakan:
- Telp/WhatsApp: +62 811 922 317
- Email: info@farisayococo.com
- Email: ilhamsetiadi@farisayococo.com
- Alamat: Asem Gede Timur Street No. 2A, RT 3 RW 5, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.
Perusahaan ini juga menjadi eksportir pada pengiriman 28 ton lidi sawit ke China pada Juni 2026.
4. CV Masagenah / Masagenah Group
Ini sangat menarik kalau Anda mencari lidi nipah, bukan hanya lidi sawit. Data Kemendag mencatat Masagenah Group sebagai peserta Export Coaching Program dengan komoditas lidi dari pohon nipah sebanyak 22 ton. Dokumen Pemprov Kalimantan Timur juga mencatat CV Masagenah dengan komoditas kopra, lidi nipah, lada, dan lidi sawit, dengan tujuan ekspor Finlandia dan Pakistan
5. Suryadi dan Andi Suhandi — Pangandaran
Kalau yang Anda cari adalah lidi kelapa, dua nama ini sangat menarik karena keduanya merupakan pelaku usaha nyata di Pangandaran yang sudah masuk pasar Asia. Suryadi telah menjalankan usaha sejak 1998 dan mengekspor ke Pakistan serta India. Andi Suhandi mulai mengembangkan usaha sejak 2019 dan juga telah menembus pasar India.